Showing posts with label 1st chapter. Show all posts
Showing posts with label 1st chapter. Show all posts

Sep 12, 2008

1st Chapter: F? Two Soul That Always Meant To be

BAGIAN SATU

MENTARI

Sinar mentari pagi masuk lewat sela rolling window-nya kamar seorang cowok yang masih tertidur lelap dengan celana pendek motif batik garis dan kaos putih lengan panjang, mendekap buku tebal dihadapannya, kelihatannya sangat tebal. Lebih tebal daripada tebal badannya. Belum lagi banyak buku yang berhamburan di atas lantainya, kertas-kertas contoh soal dan sebagainya. Ago memang aneh.

”Bangun, nyet, udah pagi,...”

”.................”

Nyet, bangun nyet,,!!”

”Rese loh, Zak. Gue lagi enak – enaknya tidur lo bangunin, gue baru tidur dua jam tahu kaga loh?”

”Katanya dibangunin jam 6.30 karena dikau ada ujian jam 8 dan dikau bilang dikau belum nyetrika pakaian yang akan dipake.”

”Sekarang jam berapa,?”

”....7.15...”

”Brengsek lo,, gue kan minta bangunin jam 6.30...”


Selengkapnya klik 'Bab Pertama' pada menu disamping

Read More ..

Aug 25, 2008

1st Chapter: Panggil Aku Cassanova

Panggil Aku Cassanova



18 Agustus 2007

Panggil aku Cassanova. Terlahir dengan penuh cinta. Dan kini, aku menuliskan hidupku untuk menertawakan diriku sendiri. Ya, sebut saja aku cassanova – pangeran cinta – yang dijuluki Master of The Art of Seduction. Voltaire, Goethe, dan Mozart adalah dewaku, kupuja di dalam alam pikirku.

Panggil aku Cassanova. Dan jangan samakan aku dengan narcissus yang pantas ditertawakan karena kebodohannya terlalu sempit memandang cinta. Ya, narcissus yang malang yang terlalu mencintai dirinya sendiri dan tak sempat memperhatikan Echo yang mencintainya. Dan jelas pula, aku tak mau tersiksa seperti Sisyphus, seorang raja yang rela menerima ‘cinta’ oleh sebuah batu yang terus dipanggulnya ke atas sebuah bukit yang nyatanya hanya untuk melihat batu itu kembali menggelinding – memohon untuk kembali dipanggulnya.

Panggil aku Cassanova. Sang Maestro Cinta. Bagiku, cinta adalah logika, tak perlu menautkan rasa di dalamnya. Nikmati saja selagi bisa. Buat apa mencinta jika hanya menyiksa? Buat apa cinta jika semua akan sirna? Aku hanya mencintai cinta yang wujud dalam nyata. Terucap ‘Tidak’ bagi cinta yang mengatasnamakan kuasa, apalagi yang mengatasnamakan Tuhan dan agama.


Selengkapnya klik 'Bab Pertama' pada menu di samping

Read More ..

Aug 21, 2008

1st Chapter: Cinta Sunyi Dalam Diari Tania Tsurayya

ILANA AHMAD BERJaNJI DIHADAPAN KITAB SUCI

TENTANG SEGALA SISI DAN ISI HATINYA

TENTANG HIDUP YANG DIHARAPNYA DENGAN CINTANYA

SAMPAI AKHIRNYA DIA PERGI

BERJANJI DENGAN GADIS YANG TAK TERSENTUH ITU

DAN BERJANJI MENUNGGUNYA DI PINTU SURGA

DAN ILANA AHMAD MENUTUP MATA DALAM KEABADIAN


Selengkapnya klik ' Bab Pertama Kamu Pada Menu di Samping"

Read More ..

Jun 9, 2008

1st Chapter: Match Point!

Pembukaan
Pukul 19.30 WIB

Penonton berderet duduk manis di lantai gedung pertunjukan berukuran tiga kali lapangan badminton yang beralaskan karpet. Hujan diluar membantu menyejukkan ruangan yang tidak ber-AC. Lampu mulai dipadamkan. Lampu panggung dihidupkan, menyorot bantal duduk dan segelas air putih. Hanya itu. Bincang-bincang mulai berganti bisik-bisik.

“Ssst!”

“Ssst!”

Orang-orang mencoba membuat diam penonton disekelilingnya untuk diam. Orang yang di”ssst”i tidak mau kalah, membalas “ssst” pula. Akhirnya para penonton saling berlomba adu “ssst!”. Untunglah musik pembuka segera mengalun mengakhiri perlombaan tak berujung itu. Pertunjukan segera dimulai. Sebuah pertunjukan tunggal dari seorang pendongeng terkenal dari ibukota (percayalah, yang terkenal pasti dari ibukota). Jumlah pendongeng di negeri ini sedikit, yang terkenal lebih sedikit lagi.

Tiap orang merindukan dongeng sebelum tidurnya saat masih kecil. Setidaknya yang belum pernah didongengi sebelum tidurnya berharap kali ini mimpinya terwujud. Menonton pertunjukan dongeng sampai tertidur. Itulah harapan yang ada disini karena harus mengeluarkan uang 5 ribu untuk sekedar didongengi. Harga satu kali makan bagi penonton yang kebanyakan mahasiswa.

- JRENG JREENG -
selengkapnya, klik "Bab Pertama Kamu" pada menu di samping

Read More ..

Jun 4, 2008

Semacam Lagu Cinta

Semacam Lagu Cinta,
Semacam Tanda Bencana



Because I'm happy to be sad
I want it all I want it bad

-- Torture Me by Red Hot Chili Peppers --

Malam, kadang menjadi keran pelepasan atas kesumpekan yang dirasakannya. Ini malam ke empat semenjak pertemuan terakhir di studio Reff dengan teman-temannya, dan Billy belum punya bahan apa pun untuk menulis lagu yang dijanjikannya.

“Cari inspirasi. Cari inspirasi,” mulutnya komat-kamit. Beberapa penumpang di dalam metromini tampak terusik dengan gumaman yang (menurut si penggumam itu lirih – tetapi nyatanya) cukup jelas di telinga mereka. Billy hanya bisa memamerkan sederetan gigi depan yang bersih tanpa suara apabila matanya bertumbuk pandangan dengan beberapa orang yang memperhatikannya.


Selengkapnya klik "Bab Pertama Kamu" pada menu di samping

Read More ..

1st Chapter: I just Married

THE BEGINNING
Siang yang panas di SMA Gerilya 71 – yang lebih dikenal dengan nama SMA 71. Pelajaran terakhir baru saja selesai dan suasana sedang ramai oleh hiruk-pikuk siswa yang berebutan untuk cepat pulang ke rumah masing-masing.

“Ri, minggu besok ada acara nggak?” tanya Fila sambil memeriksa kelengkapan barang-barangnya di tas.

“Nggak tau juga, tapi kayaknya, sih, gue bakal sibuk.”

“Sibuk ngapain?”

“Bapak pulang dari Swiss, gue harus sambut di rumah dengan senyum cemerlang ala close up.”

“Eh, gue jadi ingat. Minggu lalu elo cerita kalo bokap lo telepon dari Swiss dan nanya apa elo mau dinikahin. Jadi elo sibuk itu?” Aulia yang sedari tadi diam akhirnya ikut nimbrung juga.


selengkapnya klik "Bab Pertama Kamu" pada menu di samping

Read More ..

May 26, 2008

1st Chapter: Abnormal

Aku menatap lubang hitam di depanku. Apa yang ada di dalam sana? Hatiku bertanya-tanya.

Aku mencondongkan badan ke depan untuk melihat apa yang ada di dalamnya. Tapi aku tidak melihat apapun. Hanya kekosongan yang dapat kulihat. Kegelapan. Kesedihan. Kepedihan. Air mata.

Tiba-tiba saja aku merasakan semua itu. Apa ini sebenarnya? Rasanya hati ini ingin menjerit.
Semua perasaan itu bercampur aduk dalam dadaku. Tak sengaja air mataku mengalir. Air mata semakin membasahi pipiku seiring dengan tatapanku yang semakin mendalam pada lubang itu. Perassaan apa ini?
Selangkapnya klik "Bab Pertama Kamu" pada menu di samping

Read More ..

1st Chapter: The Blooms Berries

CHAPTER 1
BROTHER AND SISTER
Billy dan Gwen

Hujan deras melanda kota Jakarta yang indah itu. Musim hujan kali ini memang nggak tanggung-tanggung. Setiap hari selalu saja harus dan kudu membawa payung. Kalau nggak, mungkin kalian bakal merasakan apa yang dialami oleh orang-orang; berlarian kesana-kemari untuk mencari tempat berteduh. Banyak yang merasa kesal dengan hal tersebut, termasuk anak yang merupakan tokoh dalam buku ini, Billy. Anak laki-laki berumur 15 tahun ini sedang menggerutu dengan kakaknya, Gwen.

“Gwen! Lo gimana sih, pake acara nggak bawa payung segala,”

“Repot nih jadinya!” kata Billy, berlari-lari dengan mata mendelik ke arah Gwen.

Saat itu mereka saling adu mulut sambil berlari-lari menuju Sweet Daily Cafe yang tidak jauh dari posisi mereka. “Yee… kok jadi gue yang kena,“ kata Gwen, melawan omongan Billy.

“Lagian ini kan bukan salah gue, tapi salah Bi’ Yanti! Kenapa dia nggak nawarin payung ke gue?!”

Selangkapnya klik "Bab Pertama Kamu" pada menu di samping.

Read More ..

May 21, 2008

1st Chapter: Pelangi Ke Tujuh

Perkenalkan namaku ... Nazwa Palydia Arahma umur 21 tahun, aku kuliah di Universitas Menolong Sesama Jurusan Pembantu Dokter. Aku memiliki sifat plin-plan, ½ penakut, 80 % malankolis, labil, keras kepala, mempunyai hobi paling aneh sedunia : MENGHAYAL pe berjam-jam, sangat suka aneka sayur-sayuran (tapi kenapa aku tak memiliki tubuh proposional), memiliki bakat alami sebagai penyair abad kegelapan (tapi tak pernah menelurkan satu karya pun ke khlayak umum), berkpribadian manja dan kekanak-kanakan ( bila sedang bersama pangeran kodok tentunya), tapi terkadang dalam keadaan mendesak bisa berevolusi menjadi gadis gila penuh selera jail tingkat tinggi.

Aku mempunyai seorang pacar, ups ... bukan pacar tapi tepatnya ½ pacar, karena statusku saat ini digantungkan. Menyebalkan memang. Nama laki-laki itu Raga Aryadinata , usianya 25 tahun. Aku biasa memanggilnya dengan sebutan Pi alias Papih (silakan anda semua muntah mendengar panggilan nora kita berdua).



Selangkapnya klik 'Bab Pertama Kamu' pada menu di samping.

Read More ..

May 9, 2008

1st Chapter: Cokelatulip

PROLOG
Siang hari ketika sang matahari sedang malas memancarkan sinarnya dan sepertinya lebih memilih untuk menyelimuti dirinya dengan awan yang gelap, di sebuah sekolah menengah pertama negeri di daerah Jakarta Pusat.

Terlihat empat orang siswi berseragam putih biru tua sedang berjalan bersama-sama. Wajah mereka tampak pucat karena resah akan sesuatu. Mereka terus berjalan melewati berbagai koridor yang ada disekolah itu dengan posisi badan menunduk, pandangan mata terus memandang ke bawah dan mata yang bergerak ke kiri dan ke kanan mencari sesuatu. Mereka sudah terlihat lelah, tapi tidak ada tanda-tanda bahwa mereka akan berhenti berjalan. Sesekali tangan mereka membersihkan keringat yang bercucuran dari wajah dan leher mereka yang membuat seragam mereka jadi basah. Suasana sekitar semakin gelap dan lampu-lampu sekolah yang biasanya hanya dinyalakan pada malam hari kini telah dinyalakan oleh para penjaga sekolah.

“Atya... udah ketemu belum?” kata seseorang di antara mereka sembari matanya melihat ke bawah mencari sesuatu. Tampaknya dia sudah sangat lelah.
selengkapnya klik 'Bab Pertama Kamu' pada menu di samping

Read More ..

1st Chapter: Sanctuary: The Hunter and Vagabonds

Chapter 1
The Vagabonds
Angin menderu – deru di luar. Hujan terus turun dengan lebatnya disertai petir yang menyambar – nyambar. Di dalam sebuah kedai, duduk seorang pengembara bertudung cokelat yang nampaknya kehujanan karena tudungnya basah kuyup. Wanita pemilik kedai membawakan secangkir cokelat panas untuk pengembara itu.

“ Ini, kurasa ini akan menghangatkanmu. “

“ Terima kasih “ sahut si pengembara parau.

Wanita itu menghela napas dengan ekspresi keheranan. “ Lagipula, apa yang kau lakukan ditengah hujan lebat begini ? “

Pengembara itu menyimpan cangkirnya yang kini isinya tinggal setengah di meja dihadapannya, lalu tersenyum. “ Aku menunggu teman – temanku “

Pemilik kedai itu menggelengkan kepalanya. “ Teman – temanmu bukan orang yang tepat waktu rupanya ? “

Pengembara itu lagi – lagi hanya tersenyum.
Selengkapnya klik 'Bab Pertama Kamu' pada menu di samping

Read More ..

1st Chapter: Jikalau

satu
Hiking is My First Love, Bunda!

Nabila mempercepat langkah kakinya. Setelah melewati tikungan terakhir di sebuah gang sempit, dia bisa melihat sebuah rumah tercat putih, dengan pintu berwarna biru muda di ujung gang.

Saus cabe! Gue telat deh, sesal Nabila dalam hati.

Nabila tiba di depan pintu biru muda itu. Tampaknya lampu yang menerangi ruangan di balik pintu itu sudah padam. Dengan gaya seperti agen-agen FBI di televisi, dia mencoba membuka pintu itu tanpa suara. Ternyata tidak terkunci. Masih bergaya agen FBI, dia melewati pintu itu dan menutupnya kembali dengan sukses tanpa derit.

Yak, tinggal ngelewatin dua ruangan lagi, hati Nabila bergumam. Dia melepas sepatunya untuk mengurangi faktor resiko menghasilkan suara-suara.

Selengkapnya klik 'Bab Pertama Kamu' pada menu di samping

Read More ..

May 2, 2008

1st Chapter: Pengamen Cinta

Pengamen Cinta
The Scream Band!!
Ini dia sebuah jawaban atas pertanyaan Roy selama ini. Salah satu ajang pencarian bakat yang lagi-lagi dikemas dalam sebuah program acara Reality Show di salah satu tv swasta. Bakat Roy dalam bermusik yang bisa memainkan banyak jenis alat musik dari gitar, keyboard, bass, drum, kecapi dan kendang jadi bekal buat Roy buat ikutan ajang unjuk gigi anak-anak band itu. Roy yang berjiwa musik banget so pasti enggak mau ketinggalan ikutan ajang ini. Ajang pencarian anak Band berbakat yang permainannya ngeri… banget (makanya dinamain ‘The Scream Band’).
Roy udah lebih dari setahun nganggur dan kesehariannya cuman ngelakuin kegiatan bermusik. Nonton acara musik di tv, denger program musik di radio atau ngulik musik (sambil ngilik kuping) dari kaset – kaset band yang dipunyainya. Roy enggak pernah dapet panggilan kerja karena… enggak pernah ngelamar!
“Lo mo gimana bisa kerja kalo enggak pernah ada panggilan. Dan gimana bisa ada panggilan kalo enggak pernah ngelamar!” Raka, sang kakak yang kerja sebagai penjaga warnet 24 jam nonstop coba menasehati Roy waktu adiknya itu pinjem uang buat beli majalah ‘Hey!’.

“Enggak ada kerjaan yang sesuai bakat Ka!”

“Bakat apaan? Main musik? Roy, nyari kerja sekarang susah, bahkan lebih susah dari nyari cewek!”

“Cewek enggak susah dicari Ka, cewek itu susah dipacari!!”
Selengkapnya klik 'Bab Pertama Kamu' pada menu di samping

Read More ..

1st Chapter: Love In JUVE: Susahnya Pacaran Jarak Jauh

Chapter One
Susahnya Hidup Didusun
“Duuh...susahnya hidup didusun!” gerutuku sendiri. Tapi terkadang benakku malah rasanya ingin menimpali akan perkataanku ini, “siapa bilang enak?”

Terang saja. Hidup didusun seperti ini sebenarnya adalah hal yang paling tersulit, terutama untukku. Bukan karena aku tak suka dengan keadaan alam sekitar pedusunan. Tapi jujur, sebenarnya aku sangat menikmati panorama alam didusunku. Selain menenangkan dan udaranya yang sangat sejuk. Tapi satu hal yang membuat kehidupanku didusun ini menjadi susah adalah karena tak adanya sarana dan prasarana penunjang komunikasi yang super canggih, jaringan ponselpun kurang kuat disini. Jangankan canggih, kantor pos pun disini tak ada. Sehingga jika aku akan mengepostkan surat, terlebih dahulu aku harus menghilangkan uang sekitar sepuluh ribu untuk ongkos angkot plus waktu yang terbuang secara sia-sia untuk menuju kekantor post tersebut.
selengkapnya klik 'Bab Pertama Kamu' pada menu di samping

Read More ..

1st Chapter: IV MASK

CHAPTER 1
Catatan tentang Alexis Dreigyner



Berdasarkan penelitiannya terhadap ke-26 pasien di rumah sakit jiwa Calibre Rose selama hampir setahun, Profesor Alexis Dreigyner (lulusan gelar Master dalam bidang Sastra Inggris Kuno dan Psikologi Terapan bidang Kriminologi) telah berhasil mengklasifikasikan abnormalitas kejiwaan yang biasa disebut dengan psikopatis menjadi empat bagian. Empat bagian ini diklasifikasikan menurut pengaruh dari masyarakat dan kejiwaan dari masing-masing pasien yang telah dianalisa menderita sindrom PACD (Psychopathic Altered Cataleptic Disorder), dimana penderita sindrom kejiwaan ini mengalami ketidaksadaran dalam hal membedakan antara kenyataan dan dunia mimpi (hampir serupa dengan schizophernia disorder atau paranoia disorder dalam kondisi kataleptik-delusional disorder). Dengan kata lain, ke empat bagian dari psikopatis yang telah diklasifikasikan oleh Dreigyner ini dapat diasumsikan juga sebagai klasifikasi dari sindrom PACD itu sendiri.
Selengkapnya klik 'Bab Pertama Kamu' pada menu di samping.

Read More ..

Apr 23, 2008

1st Chapter: THE(UN)PERFECT LIFE

Bab 1: Sebuah Awal

Regina Dwi Sunggono

Hari semakin gelap. Gue melirik jam di pergelangan dan mendapati angka digital di sana sudah berubah dari 16:45 –saat pertama kali gue duduk di sini—menjadi 19:57. Sebentar lagi gue bakal cabut. Pulang.
Gue menyendok kuah terakhir di mangkuk mie. Hmmm… yummy. Kenapa ya gue gak pernah berhasil bikin mie instan senak ini? Marni –pembantu di rumah gue—juga gak pernah bisa menciptakan paduan mie-telor-kornet-keju sesedap yang baru gue nikmati itu. Padahal tidak ada yang istimewa dari racikan Bang Udjo (empunya warung ini). Mie, telur, kornet, keju. Semua sama. Tapi kenapa rasanya beda?
Gue membersihkan sisa teh botol dan mendesah puas. Tidak ada yang menyamai kenikmatan makan mie Udjo sambil mereguk teh botol di malam seperti ini. Malam yang udaranya cukup menggigit sehabis hujan. Feels like an orgasm.




Selengkapnya klik "Bab Pertama Kamu" pada menu di samping

Read More ..

Apr 16, 2008

1st Chapter: Star Wish

Tempat baru dan kebiasaan yang baru!
Oke, mungkin waktunya untuk membuat perubahan, Fel!
Fela melihat sekelilingnya masam. Ini benar-benar menyebalkan. Baru tiga bulan dia berada di tempat ini, dia sudah tidak betah. Bayangkan! Baru-tiga-bulan-saja!!! Apa jadinya kalau tiga tahun?

Fela menghela nafas lagi. Bukan sok bersih ya, tapi ini semua… sampah-sampah ini… benar-benar bikin mata dan kepalanya mendadak sakit
Di sudut halaman Pratama School yang luas, asri oleh tanaman hijau dan pohon-pohon besar yang menaunginya, botol-botol bekas bertebaran, bikin rusak pemandangan saja. Dan tidak hanya itu saja, selain botol masih ada kertas pembungkus makanan, plastic bag, sedotan, gelas-gelas plastik, tempat makanan styrofoam, pokoknya semua sampah yang gubrak banget buat dilihat.

Fela menggeleng muram. Mau bagaimana lagi? Pemandangan jorok di depannya ini tidak bakal bisa berubah.

Ini pasti dampak langsung malam pensi (=pentas seni) kemarin. Pak Kasim, tukang kebun mereka, nggak bisa disalahkan juga. Biarpun tugasnya memang merawat kebun mereka, tapi menurut Fela, tentang botol-botol bekas ini… tugas para panitia, dan semua anak Pratama School untuk membersihkannya.
Selengkapnya klik "Bab Pertama Kamu" pada menu di samping

Read More ..

1st Chapter: Triangles

Bab 1: A Beautiful Life

Jakarta, Agustus 2007


“Gila ya, udah berapa lama kita nggak ketemuan?”

Pertanyaan itu tenggelam di ruangan luas yang hingar-bingar oleh musik dan sinar aneka warna. Namun, di pojok ruangan yang cukup sepi (baca: hanya diisi beberapa orang yang malas menyatu dengan keramaian malam ini), di sofa suede empuk yang mengelilingi meja mungil dengan gelas-gelas tinggi di atasnya, pertanyaan itu terdengar jelas.

“Setahun?” seorang perempuan mengangkat rambutnya tinggi-tinggi dan menggelungnya. Beberapa helai rambut jatuh di dahinya akibat gelung yang dibuat asal-asalan -- sekadar mengurangi hawa gerah.
Selengkapnya klik "Bab Pertana Kamu" pada menu di samping.

Read More ..

Apr 11, 2008

1st Chapter: Dormitory Guy

chapter 1: DEPORTASI


Surya menaungi cakrawala dalam suatu latar padang rumput luas terbentang. Ketika pagi datang, sinarannya terbit dari ufuk timur angkasa biru. Di mana ayam jantan berkokok, burung-burung berkicauan, serta beberapa rusa berlarian dengan riang. Sang beruang pun berjalan dengan malas sembari menyapa kelinci yang melompat bahagia. Inilah kebun binatang.
Jauh dari kebun binatang, di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan, bercokol sebuah rumah yang agung. Namun penghuninya bukanlah Agung, melainkan sepasang suami-istri yang menjalani hari-harinya dengan rukun. Meskipun tanpa kehadiran seorang anak mereka tercinta, mereka tetap bahagia sentausa. Sang buah hati merantau nun jauh di sana. Demi menuntut ilmu dan mencapai cita-cita tertinggi. Sang harapan jiwa serta kebanggan bestari bagi kedua orang tua.

“Oh, Erik. Kapan kamu lulus, Nak?”



selengkapnya klik "Bab Pertama Kamu " pada menu di samping

Read More ..

Apr 4, 2008

1st Chapter: Love Tragedy of A Beauty Berlian

PROLOGUE

Hi….
Nama gue Berlian, cuma Berlian. Simple kan? Tapi percaya deh sama gue, jalan hidup gue ngga sesederhana nama gue. Gue lahir ditengah keluarga yang kecukupan, gue bukan orang kaya tapi hidup gue serba kecukupan. Gue punya satu orang adik laki-laki,namanya Bevan dan satu adik perempuan namanya Biyan. Bokap gue seorang pengacara dan nyokap gue seorang dokter hewan. Gue sendiri ngga ngerti kenapa bokap nyokap gue bisa ketemu trus married. Hehehe... Gue punya dua orang sahabat yang selalu ada buat gue dan hanya gue satu-satunya yang ngga jomblo lagi, secara gue udah hampir dua tahun pacaran sama kakak kelas gue. Perjalanan cinta gue terbilang rumit. Lo pasti pernah ngerasain gimana rasanya ada di posisi gue. Cemburu,sedih,sakit hati sampe lo buta karena cinta dan akhirnya lo harus memilih jalan hidup lo yang paling baik yang mana. Bener banget kata Marcell, ada satu lirik lagunya yang nyantol di otak gue sampe sekarang, ”Cinta datang tiba-tiba....”. Believe it or not, it really does..

Well..Ikutin perjalanan hidup dan cerita cinta gue dari awal sampe akhir ya. Disini juga gue akan buka buku harian gue untuk dibaca sama lo semua..




Love,


Berlian
(Queen of Sadness)
selengkapnya klik "Bab Pertama Kamu" pada menu di samping.

Read More ..