Showing posts with label Life-Filosofi. Show all posts
Showing posts with label Life-Filosofi. Show all posts

Feb 13, 2008

Sekilas Kisah Dari Penjaringan


Hari Jumat kemaren di salah satu stasiun TV swasta, ada sebuah program yang menayangkan keseharian orang-orang yang ngga mampu. Baik secara materi maupun fisik. Entah apa judulnya, namun cerita hari ini mengisahkan tentang Peggy, seorang gadis yang memiliki hobi menulis.

Peggy tinggal bersama ibu dan adik-adiknya yang berjumlah sekitar enam orang. Ayah Peggy sudah tidak ada (entah pergi, entah meninggalkan mereka). Peggy dan ibunya harus membanting tulang setiap hari demi memenuhi kebutuhan keluarga. Coba bayangkan, memenuhi kebutuhan sendiri aja, kok rasanya susah banget ya? Nah ini, si Peggy harus memenuhi kebutuhan dirinya, ibu dan adik-adiknya.

Peggy selalu meluangkan waktu untuk menulis, baik cerpen atau pun curhat. Sudah banyak hal yang Peggy tulis, tetapi tidak ada yang pernah dipublish. “Pengennya sih nanti-nanti dipublish….” Kata Peggy waktu kameramen mengarahkan kamera ke dirinya.

Kasihan sekali Peggy. Dia ngga pernah tau kalau ada banyak penerbit yang mencari bakat tulis-menulis di Indonesia. Mungkin suatu saat nanti Gagas bisa ngajak Peggy untuk nulis ya? Atau paling ngga berbagi kisah lewat blog ini.

Read More ..

Feb 5, 2008

To all the girls out there

Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya "Mengapa engkau menangis?"
"Karena aku seorang wanita", kata sang ibu kepadanya.
"Aku tidak mengerti", kata anak itu.
Ibunya hanya memeluknya dan berkata, "Dan kau tak akan pernah mengerti"

Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya,
"Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?"
"Semua wanita menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.

Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.

Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya, "Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?" Tuhan berkata:

"Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan "
"Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya "
"Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh "
"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya "
"Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya "

"Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu "

"Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan.
Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan"
"Kau tahu:
Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya."

"Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya - tempat dimana cinta itu ada."

Read More ..

Feb 1, 2008

Hujan? Nikmatin aja lagi.


Hujan ...

Dari tadi malem ujannya ngga berhenti-berhenti.

kalo kita di atas kasur sih ujan-ujan kayak gini enak banget. Tapi kalo mesti sekolah, kuliah, kerja, atau melakukan aktivitas lainnya, hujan bisa jadi momok.

Kalo ada di dalam mobil ber AC yang nyaman dan disetirin sih enak-enak aja. Tapi gimana dengan mereka yang harus berjalan kaki, naik sepeda, motor, angkot, becak atau bajaj? Meskipun udah pake jas hujan, tetep aja badannya basah.

Hari ini ada beberapa email masuk. Rata-rata memberitahu lokasi-lokasi Jakarta yang sudah terkena banjir. Dan ada yang ngasih gosip (yang katanya dari PLN) kalau besok Jakarta akan mati lampu masal. Nah lo??? Pasti jadi pengen keluar rumah dong? Jalan-jalan, daripada gelap-gelapan di rumah. Tapi, kalau jalannya banjir gimana? Yaaaahhh ... nasiblah. emang mesti gelap-gelapan di rumah.

Biar ngga bete, nikmatin aja!
Kalau kita bisa membuat diri sendiri enjoy tanpa bantuan orang, suasana dan lainnya, kemungkinan besar kita mampu untuk menikmati hal-hal yang terjadi pada kita, baik atau buruk.

Jadi, buat apa bete-betean? Capek kan melarut-larutkan emosi kayak gitu. mendingan nikmatin aja. Dan jangan lupa untuk selalu bersyukur ketika telah melewati hal-hal (buruk) yang terjadi.

Have a nice day



Read More ..

Jan 24, 2008

Bimbangnya Tuhan

Ada sebuah pertanyaan yang pengen Gagas tanya ke kalian semua:
Mendingan udaranya super panas atau hujan badai?
Ngga boleh pilih dua-duanya, ngga boleh ngga milih sama sekali, ngga boleh milih atau!

Masalahnya begini nih mas2 dan mbak2 sekalian, ada seorang gadis manis, klimis dan suka makan kismis. Sebuat aja namanya Ikkin. Si Ikkin ini kalo udara panas, emosinya ngga mau kalah panas. Terus kalo ada hujan badai, moodnya tiba-tiba kacau, sekacau pohon -pohon yang tumbang gara-gara hujan badai.

Karena bosan menghadapi perubahan mood Ikkin, salah satu temannya yang cerdas bertanya "Kkin, gw bingung deh. lo dikasih panas marah-marah, dikasih ujan ngambek. Tuhan tuh bingung tau! lo maunya apa?" Hmm.. pertanyaan cerdas. Selain cerdas, pertanyaan itu sukses membuat Ikkin terdiam. Entah berpikir, entah berpikir yang bukan-bukan.

Pertanyaan itu mungkin aja ada di benak kalian semua "sebenernya si Ikkin itu maunya apa sih?!" Kalian ngga salah kok bertanya kayak gitu, Tuhan aja juga bingung. Masalahnya banyak orang yang kayak Ikkin, dan ada juga orang yang suka hujan tapi ngga suka panas atau kebalikkannya. Jadi nih, waktu Tuhan lagi mau bikin ujan tiba-tiba ada manusia di luar sana yang berdoa "Ya Tuhan, jangan ujan dong! ntar gua kagak bisa ke rumah si Siti. Kan hari ini pacar gua pulang kampung, jadi hari ini doang gua bisa bercumbu mesra ama Siti." Dan Tuhan pun memutuskan membuat hari itu tetap panas terik. Eh ... belum sampe satu detik, tiba-tiba ada manusia lain yang berdoa. "Ooooh ... Tuhan. Gimana nih kok panas terus? Ujan napa? Biar gua bisa ngojek payung, terus duitnya buat beli yang begituan tuh ... yang bikin ngefly ..."

Akhirnya Tuhan cuma bisa bilang "Kampret lu semua!"

Iya juga ya? Yang satu pengen ujan, yang lain pengen panas. Udah gitu niatnya jelek semua. Kampret! (lho, kok jadi ikutan emosi?) Makanya prens, kalo doanya belum dijawab-jawab, sabar aja, masih ngantri. Atau mungkin Tuhan lagi dilema karena ada orang yang ngga mau doa lo terkabul. Nah kalo gitu mending doanya begini, "Ya Tuhan kabulkanlah doaku dan jangan Kau kabulkan doa orang yang ingin doaku ngga terkabul. Amin"


Ikkin, si gadis Manis penggemar kismis (kisah misteri)

mungkin saat ini Ikkin juga berdoa supaya doa kita ngga terkabul ....

Read More ..

Jan 23, 2008

Eneng Bertanya Abang Menjawab

Waktu itu ada email yang masuk dari sebuah milis. Ceritanya tentang cewe cakep yang ngirim surat untuk rubrik konsultasi sebuah majalah di belahan Amerika sana. Dia curhat. Isinya kira-kira begini (dengan mengubah gaya bahasa):

Kepada Bapak Pengasuh Rubrik Tercinta,

Nama saya Jumi (bukan nama sebenarnya) umur saya awal 20an. Kalo saya ngaca nih, saya merasa saya ini cewe cakep dengan body yang meningkatkan libido pemilik p***s. Saya pengen banget punya pacar yang duitnya banyak, masih muda, cakep, royal dan pintar. Saya yakin cowo tipikal itu mau sama saya dong! Kan saya cakep, seksi, dan jago bergoyang! Bukan begitu bapak pengasuh rubrik yang tercinta?

Salam bergairah,
Jumi


Pasti kita bertanya-tanya dong tentang jawaban dari pengasuh rubrik. Kalo berpikir dari logika seorang pejantan, pastinya dong bakal tergiur dengan tawaran muka cakep, badan yahud, goyangan gokil. Sapa yang nahan? Tapi kalo mencoba mendalami emosi para betina, kayaknya mereka bakal sedih deh kalo dicintai hanya berdasarkan tiga faktor pemancing libido itu. Daripada cuma bertanya-tanya doang, mendingan kita baca jawaban si om pengasuh rubrik, yang ternyata seorang pria muda, tampan, sukses dan berotak cemerlang. Begini isinya (lagi-lagi gaya bahasa diubah):


Hay Neng Jumi yang aduhai

Begini ya neng, kebetulan abang ini sesuai dengan kriteria cowo kesukaan eneng. Umur abang masih di awal 30an, gelar abang master, hobi abang bagi-bagi duit karena ngga tau lagi mau naro duit di mana sangking banyaknya (bank aja sampe ngga mau nerima), dan sama kaya eneng, kalo abang lagi ngaca nih abang bersyukur banget punya muka yang gantengnya lebih dari pangeran Charles. Tapi, maap-maap aja nih neng kalo abang diminta jadi pacar eneng, abang ngga mau! Emang sih eneng cakep, montog, dan bisa bergoyang dombret, cuma itu kan sekarang. Gimana dengan 20 tahun lagi neng? waktu eneng umur 40an. Apa iya eneng masih cakep? apa mungkin badan eneng masih montog? Dan apa eneng masih bisa bergoyang-goyang selama lima jam non stop? Ngga semua cewe sejenis eneng bisa mempertahankan apa yang dipunya sekarang. Sedangkan duit abang pasti bertambah terus karena otak abang yang pinter ini bakal terus berputar untuk bisa menghasilkan duit lebih banyak. Moso duit abang ntar habis cuma buat sedot lemak si eneng? Mendingan abang investasikan dong!

Salam dombret
Abang


Ternyata, pertimbangan seorang pria dengan kapasitas otak yang oke, kantong yang penuh dengan uang dan wajah yang mampu membuat setiap cewe deg-degan, untuk memilih pasangan ngga hanya dari segi fisik doang! Jadi bersyukurlah para wanita di luar sana yang memiliki wajah pas-pasan,namun punya hati seputih kain kafan (kan putih banget tuh), dan otak cemerlang, karena kamu semua pantas mendapatkan cowo oke tadi. Gimana dengan cewe-cewe seperti neng Jumi? Nah, ini saatnya untuk intropeksi dan sadar bahwa kecantikan bukan freepass untuk mendapat sebuah kebahagian. klise emang, tapi kecantikan yang paling sempurna itu adalah kecantikan hati.

Read More ..