Apr 22, 2009

Merah-Biru (II)

(Bagian II)


Buru-buru kusingkirkan pikiran tentang ‘pertanda’ atau apalah itu.

Tenang, Saski…ini cuma kebetulan.

Kubalas sapaanmu itu tak kalah santai,

saskiashafrina : Hai juga

Dan obrolan kita berlanjut ke: apa kabar-lagi di mana-kerja di mana-bla bla bla. Lima tahun tak berkomunikasi membuat Aku dan Kamu agak canggung. Bermaksud untuk mencairkan kebekuan aneh ini, kita sempat membahas nickname messengger-mu yang tak cocok untuk lelaki seumurmu. Sampai akhirnya kamu bertanya alamatku sekarang di mana.



saskiashafrina :Masih di Bandung. masih yg dulu,heuheu..lupa
alamatnya

feromon_yetganteng :Nggak.Siapa tau udah pindah.
Mmm…diboyong suami

gitu mungkin…

Sejenak aku terhenti, tapi cepat-cepat kujawab

saskiashafrina :Aku belum nikah, Fer.
feromon_yetganteng :Oh…Mmm…sebenernya aku tanya alamat kamu mau
ngirim undangan.

Lama aku diam. Sampai kamu tulis lagi,

feromon_yetganteng :Aku nikah bulan depan, Sas..

Buru-buru kukuasai diriku lagi. Untung ini di messenger, bukan telepon. Lebih mudah bagiku untuk pura-pura berekspresi.

saskiashafrina :Waah..slamet yaaa!! Sip sip aku pasti dateng :)

Dan setelah kamu selesai dengan tujuanmu ber-messenger denganku, kamu pamit. Sign-out. Tak sampai 3 detik kamu sign-out, aku pun melakukan hal yang sama.

Folder Merah-Biru di toolbar desktop aku restore lagi. Aku suntik kesadaranku dengan mereguk cappuccino punch banyak-banyak. Berharap sedikit kafein bisa menggedor-gedor kesadaranku kembali.

Tangan kananku mengklik kanan folder itu. Kursornya sudah menyorot ke arah ‘delete’. Akhirnya, sejurus kemudian kolom delete itu aku klik. Muncul pop-up bar :

Are you sure you want to delete this folder?

Ada dua pilihan : ‘Yes’ dan ‘No’.

Yang satu akan menghapus Si merah-biru dari laptop ini, yang satu akan membiarkannya tinggal bersemayam di sudut kecil yang terpencil di laptop ini.

Bimbang.

Sampai sepasang tangan mendekap mataku sesaat, lalu melepasnya lagi.

“Dor!! Serius amat?”

Gelagapan, aku memilih ‘No’ untuk pop-up bar tadi.

“Gak kok…gak pa-pa.” Aku senyum selebar-lebarnya.

“Lama nunggunya?”

“Nggak juga.”

“Bagi dong! Haussss…” si pemilik tangan yang tadi mendekap mataku dari belakang itu menyedot cappuccino-ku sampai hampir bersisa hanya seperempatnya.

Kupandangi pria di sampingku ini lekat-lekat. Dia memanggil pelayan untuk memesan makanan dan minuman.

“Kamu mau tambah lagi nggak?” tanyanya padaku saat pelayan sedang mencatat pesanannya.

“Nggak.” Jawabku tanpa mengalihkan titik pandang dari wajahnya.

Setelah pelayan itu pergi, dia balik memandangku tepat ke arah mata.

“Kenapa sih ngeliatin terus? Ganteng ya?”

“PEDEEEE BANGET SIH, KAAANGGGGG!!!!”

Lalu kami tertawa. Puas. Mataku tak lepas dari titik tadi.

Dia memang tidak seperti kamu, Fer. Dia tidak setipe denganmu. Berbeda di banyak aspek dan kualifikasi. Dan dia tidak suka biru.

Dia yang aku panggil kakang ini yang kupilih untuk mewarnai sisa hidupku kelak. Kusebut kelak, karena belum terjadi. Baru minggu depan dia akan melamarku secara resmi, pada ayah, ibuku, dan seluruh keluarga besarku.

Karena Kakang, aku sadar, di dunia ini warna tidaklah hanya merah dan biru. Rasa tidaklah hanya manis dan pahit. Semesta bukan hanya langit dan bumi. Dia membuka cakrawalaku lebih luas, membiarkan aku terbang melihat segalanya dari atas tanpa harus selalu dia di sampingku, lebih bebas, tapi mengikatku dengan simpul yang tak kasat mata : CINTA.

Bulan depan, aku akan datang ke pernikahanmu dengan Kakang. Supaya Aku dan Kamu sama-sama sadar, bahwa kamu telah menemukan seseorang yang akan hidup dengan ke-biru-an-mu dan aku telah menemukan seseorang yang akan hidup dengan ke-merah-an-ku.

Tenang saja, memori itu masih di situ. Tak pernah kemana-mana. Karena pelangiku tak akan pernah lengkap tanpa ada birumu.


=for everybody who’s trying to move on=

selesai


Cerpen oleh Nisa Risti Mustikasari

10 comments:

  1. waaaaaa....
    novi baru baca lengkap sekarang ini chaaa,, eum eum eumm,,
    yaahh,,nampol,,sama kayak karya' dirimu yg laen,, yg laen kirim juga atuhh,,[termasuk fav novi : selamat ulang tahun]

    haaaaaa...

    ReplyDelete
  2. icuutt great.. Ga dapet si biru masihada ungu sma si blaccky.. pokona mah icut keren dah!

    ReplyDelete
  3. iicccuuuuuttttt....
    darimana kamu dapat keahlian berbahasa kaya gitu. hehehehe.
    bagus bgt cut.

    semoga warna yg baru itu bisa ngasi kamu warna2 hidup lain ya cut..
    mantap cut.

    ReplyDelete
  4. uhhhh... dalemmm... hahaha
    great job as always, Cut :))

    ReplyDelete
  5. kan...

    ada tiga bentuk cerita: bentuk piramida, gentong, atau jam pasir

    jujur saja, aku paling suka bentuk jam pasir
    menggelembung di atas dan di bawh, lalu memberi jeda nafas di tengah

    dan milikmu bentuk piramida...
    mengklimaks ke bawah

    (hati-hati...kalo ikut lomba, bentuk piramid susah menangnya, kecuali kalo teknik dan ide ceritanya benar2 spesial)

    eh ini, pringadi

    ReplyDelete
  6. ooo gt ya...

    makasi masukannya,,wah, jadi nambah ilmu juga. thanks thanks..

    ReplyDelete
  7. icuuuut...sedih bacanyaaaaa....

    ReplyDelete
  8. keren banget.. :D

    ReplyDelete
  9. keren... move on!!

    ReplyDelete
  10. makasih semuanya yg udah komen

    sip sip...
    keep reading juga yah yah

    yg suka baca notes di facebook boleh...
    fb : nee_icut@yahoo.com [haha, jual facebook]

    ReplyDelete