Aug 25, 2009

Kata Mereka (2)

Menurut saya buku ini so touchy, membuat pandangan semua orang menjadi terbuka bahwa betapa pedihnya orang tua yang mendapatkan buah hati yang dilahirkan ke dunia ini dengan tidak sempurna. Kesedihan, Pengorbanan yang dilakukan dan akhirnya Kegembiraan yang didapat sangat diceritakan dengan detil, sehingga kita bisa larut akan semua cerita-ceritanya.

Banyak sebenarnya kejadian serupa yang terjadi di Dunia ini, namun semua belum terungkap secara luas. Buku ini bisa menjadi jalan bagi mereka yang ingin membagi kisah-kisah mereka ke masyarakat umum, sehingga curahan-curahan hati mereka yang terpendam selama ini bisa kita dengar semua. So belilah buku ini, jika kalian ingin merasakan betapa sebuah pengorbanan akan hati tercinta dapat kita dalami bersama.
Iwed Ramadhan
Presenter TV dan penyiar Hardrock fm jakarta


---

Sesuai dengan pekerjaan saya sebagai pendongeng anak, saya memang selalu menjadi pemerhati mengenai permasalahan yang berkaitan dalam kehidupan anak. Selama ini saya terikat batin pada anak-anak penyandang autis dan adhd. Tepatnya dari sejak tahun 2002 batin saya selalu terpaku pada kedua permasalahan ini saja. Sehingga waktu saya membaca buku ini, wawasan saya terbuka pada hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Rasanya sungguh merasa bersalah...

Ada kesedihan, kepiluan dan kegalauan hati seorang ibu dengan anak yg memiliki gangguan pendengaran yang tidak saya pernah pahami sebelumnya. Semoga, buku ini juga di baca para orang tua dengan anak yg sehat wal'afiat untuk lebih mensyukuri berkat yang mereka miliki.

Bacalah buku ini untuk membangun empati untuk anak anak dengan gangguan pendengaran. Kita sebagai masyarakat bertanggung jawab untuk membuat ruang tumbuh yang menyenangkan bagi mereka.
Putri Suhendro
Pendongeng & Penyiar I-Radio Jakarta


---

Perjuangan San dan John untuk membuat anak mereka, Gwendolyne, yang biasa dipanggil Gwen, seorang tuna rungu, menjadi seperti anak normal lainnya—bisa mendengar—dalam buku ini membuat kita makin menyadari betapa dalam kasih orang tua terhadap anaknya, tak akan lekang dimakan waktu. Kasih yang tidak berhenti sampai di situ, tapi meluas ke orang lain di luar lingkungan keluarga mereka, yaitu dengan didirikannya Yayasan Indonesia Mendengar. Dengan membacanya, kita pun makin dikuatkan bahwa di balik setiap kejadian selalu tersimpan hikmah dan pelajaran yang besar.
Lenny Situmeang
Language Editor
Her World Indonesi
a

---

Buku yang mengharukan. Di dalamnya berisi pesan agar setiap orangtua tidak pernah menyerah untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Kesulitan yang hadir dalam kehidupan, terkadang bukan sebuah ujian, sebaliknya menjadi bukti bagi orangtua menunjukkan kasih sayang kepada keluarga dan anak-anaknya. Seperti yang ditunjukkan kedua orangtua Gwendolyne, mereka tak pernah menyerah agar anaknya bisa kembali mendengar.
Wasis Wibowo
Wartawan Koran Seputar Indonesia


---

Kisah yang menyentuh, tapi tidak menuntut kita berurai air mata. Ada optimisme seorang ibu yang silih berganti dengan perasaan sedih, kecewa, dan kalut--hal yang manusiawi. Buku ini mengajarkan kesabaran, ketabahan, keindahan melihat dunia, dan cinta tanpa syarat. Ternyata, bukan anak-anak yang banyak berguru pada kita, sebaliknya, orang tua berutang banyak pada anak-anaknya.
Gracia Danarti,
Redaktur Pelaksana Majalah Femina

---

Membaca buku ini membuat emosi saya naik turun. Penulis berhasil menjabarkan dengan detail kekhawatiran, kekekesalan dan rasa cinta yang teramat sangat kepada si buah hati. Perjuangan yang dilakukan untuk memberikan sang anak kehidupan yang lebih baik sebenarnya adalah sebuah hal yang biasa dilakukan oleh semua ibu di dunia ini. Tapi keinginan kuat, kesabaran dan tidak gampang menerima keadaan yang ditunjukan penulis, patut membuat kita mengacungkan jempol. Buku memoar ini membuat saya belajar pada satu hal, bahwa tidak ada kata tidak mungkin di dunia ini. Bahwa dengan keinginan yang kuat, pasti selalu ada jalan untuk mengubah keadaan.
Aksara Sophiaan
Editor In Chief, PT. Media Satu Group


---

I couldn’t hear, but now I can hear. Tadinya, saya tidak terpikir bahwa kemampuan mendengar yang saya miliki dengan terasa wajar ini sesungguhnya amat istimewa. Membaca buku ini kembali menyadarkan saya banyak hal, dari soal mensyukuri apa yang kita miliki sampai besarnya kekuatan sebuah tekad yang bisa mematahkan kemustahilan. Dikisahkan melalui penuturan seorang ibu yang membawa kita menyusuri kembali perjuangannya bersama sang putri yang berusaha mendengar dunia, kita ikut larut dalam penyangkalan, kepasrahan, hingga bentukan tekad untuk tidak menyerah pada rintangan. Dan kini, sang ibu, sang ayah, dan sang putri yang telah beranjak besar berbagi kisah inspiratif mereka, agar pengalaman dan perjuangan mereka itu tak hanya berguna bagi diri sendiri. Maukah Anda mendengarnya?
Herdiana Hakim
Bookreviewer, Cloe Magazine

0 comments:

Post a Comment