Jul 15, 2009

Resensi Tamu: Resep Penuh Cinta si Tukang Masak

Anda yang hobi masak-memasak, pasti tidak asing lagi dengan nama Bara Pattiradjawane. Pasalnya, lelaki yang dijuluki Si Tukang Masak ini begitu populer karena secara rutin tampil mengisi acara kuliner di sebuah stasiun televisi swasta dan sebuah majalah di Ibu Kota.

Kehangatan dan keramahannya pun membuatnya menjadi tukang masak favorit bagi para pencinta kuliner. Namun, bukan sekadar wajahnya sering nongol di layar kaca dan media cetak yang membuatnya terkenal.

Dia memiliki kelebihan dari cara memasak dan racikan resep yang disajikan begitu khas. Selain pilihan bahan-bahannya relatif mudah didapat, resepnya dan cara memasaknya aplikatif. Siapa pun bisa melakukannya dan menjadikan kegiatan memasak disukai semua orang.

Di tangan Bara, begitu biasa dia disapa, pelbagai jenis makanan menjadi mudah dibuat dan penuh cita rasa. Dari makanan kelas warung Tegal sampai sajian hotel berbintang, dari jajanan pasar hingga kue-kue pesta,semua dapat diracik dan diolah dengan cara sederhana sehingga rasanya menjadi luar biasa.

Kepiawaian Bara dalam mengolah dan menyajikan beragam makanan lahir dari kecintaannya terhadap dunia kuliner. Hal itu membuat inovasi, kreativitas, dan improvisasinya dalam memasak menjadi begitu unik dan orisinal. Boleh jadi bahan, teknik, dan resep yang digunakan sama, tetapi sentuhan cintanya membuat hasil masakannya benar-benar berbeda.

Sentuhan penuh cinta itu pun terasa dalam buku kuliner kedua yang baru diluncurkan baru-baru ini. Dalam buku berjudul Catatan dari Balik Dapur Si Tukang Masak yang diterbitkan GagasMedia, tidak hanya menyajikan berbagai resep masakan khas Bara, tetapi juga mengungkapkan berbagai cerita di balik lahirnya sebuah resep masakan yang dibuatnya.

Jadilah buku setebal 258 halaman ini sebuah buku kuliner yang unik. Dari berbagai cerita menarik yang dituangkan Bara dalam buku ini diketahui, bagaimana kreativitasnya Si Tukang Masak ini. Dia mampu menjadikan menu masakan warung Tegal, tukang kue keliling, masakan rumah makan ternama, dan resep masakan hotel, menjadi inspirasi.

Lalu, memodifikasinya menjadi lebih menarik, seperti membuat soto ayam, kue putu, sampai pasta, dan spageti tuna. Diungkap pula mengapa kecintaan Bara terhadap dunia masak-memasak ini begitu besar. Seperti ketika kecil, dia suka main masakmasakan bersama teman sepermainan membuat gado-gado dari tanah, atau saat pertama memasak domba kecap hasilnya malah gosong.

Namun, pengalamannya itu mengubahnya menjadi seorang yang tak takut salah dalam melakukan inovasi untuk memasak. Karena itu, buku ini mampu memotivasi siapa saja yang membacanya untuk menyukai dan mencintai kegiatan masak-memasak. Pengalamannya hidup di luar negeri pun menambah kaya inovasi resep masakan Bara.

Ditambah kecintaannya dengan kuliner Tanah Air, menjadikannya kombinasi yang penuh warna sesuai cita rasa Indonesia, seperti menu kerang hijau dengan kuah wine. Semua bisa disajikan di mana saja dan kapan pun, disesuaikan suasana dan kebutuhan. Kisah yang penuh warna dan rasa dalam buku ini semakin menarik dengan tampilan yang funky dan penuh warna.

Buku ini penuh keceriaan dan kecintaan terhadap dunia memasak, sehingga patut dimiliki siapa pun, termasuk yang baru belajar untuk memasak. Bara mengubah pandangan bahwa memasak yang selama ini sulit dan menjadi wilayah para koki, atau ibu-ibu, menjadi sangat mudah dan bisa dilakukan siapa saja. Memasak bila ditambahkan “resep” cinta bisa jadi begitu menyenangkan dan penuh warna.




(Wasis Wibowo)
disadur dari http://www.seputar-indonesia.com
senin 13 Juli 2009

0 comments:

Post a Comment